Kargo Technologies Kucuri Logistik RI USD7,6 Juta

Posted by tabitha
Category:

Jakarta: Kargo Technologies, yang dipimpin perusahaan venture capital Sequoia Capital India, telah mengucurkan dana tahap awal sebesar USD7,6 juta. Kargo merupakan pasar online angkutan logistik yang menghubungkan shipper sektor ritel, e-commerce, dan komersil dengan armada truk di seluruh Indonesia.

Investor lain yang bergabung yakni 10100 Fund milik Travis Kalanick, Pandu Sjahrir dan Agaeti Ventures, Patrick Walujo, salah satu pendiri Northstar Group, Intudo Ventures, Zhenfund, ATM Capital dan Innoven Capital.

Hampir seperempat pendapatan domestik bruto Indonesia senilai Rp1 triliun berasal dari logistik, namun industri ini masih terbentur masalah infrastruktur yang kurang memadai dan berbagai inefisiensi lainnya. Truk yang mengangkut muatan dari sentra-sentra produksi perkotaan seringkali pulang tanpa muatan.

“Sedangkan pengemudi truk biasanya harus menelepon berbagai pihak atau mengecek berbagai grup Whatsapp hanya untuk mendapatkan order sekali-jalan. Itu pun membutuhkan kontrak tertulis, sementara pembayaran bisa tertunggak sampai berminggu-minggu,” ujar CEO Kargo Tiger Fang, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

Menurut diaKargo bertujuan mengubah industri logistik karena teknologi yang dimilikinya bisa bikin proses transaksi dan pengangkutan lebih efisien, transparan dan akuntabel. Shipper, transporter dan pengemudi truk bisa berinteraksi, bertransaksi dan memantau pergerakan kiriman secara real-time di platform Kargo melalui situs www.kargo.tech, dan dalam waktu dekat, melalui aplikasi ponsel tipe android yang saat ini dalam fase pengujian beta.

Sejauh ini, sejumlah perusahaan e-commerce, toserba dan nama besar di industri FMCG sudah
mengandalkan Kargo untuk memposting ratusan order tiap minggu.

“Kargo didesain untuk mengoreksi masalah ketersediaan, transparansi harga dan kurangnya kepercayaan dalam proses pembayaran melalui satu aplikasi yang gampang dipakai. Jika proses
penawaran dan penerimaan order dibikin lebih efisien, maka pemakaian jumlah truk yang tersedia bakal lebih maksimal. Semua shipper dan transporter yang terdaftar di Kargo sudah diverifikasi, sehingga bisa dipercaya dan dijamin kualitasnya. Sistem seperti ini bisa bantu menaikkan potensi penghasilan para pengemudi truk, dan memastikan takkan ada lagi truk balikan kosong melintas di ruas-ruas jalan antar-kota Indonesia,” jelas dia.

Kargo didirikan pada 2018 oleh CEO Kargo Tiger Fang dan CTO Kargo Yodi Aditya. Sebelumnya
Tiger mengantongi enam tahun pengalaman membangun pasar-pasar online di Asia. Tiger meluncurkan Uber di Indonesia, Malaysia, dan Thailand, dan kemudian memperluas operasi Uber di Indonesia dan Tiongkok Barat dalam posisinya sebagai General Manager.

Tiger juga sempat menjadi salah satu pendiri Lazada di Thailand dan Vietnam. Sementara Yodi Aditya adalah software engineer yang memiliki pengalaman luas membangun platform online buat industri logistik, penerbangan dan keuangan di Indonesia dan Singapura. Untuk memotori Kargo, Yodi dan Tiger merekrut sejumlah insinyur dan operator berpengalaman, termasuk mereka yang sebelumnya turut memperkuat Uber dan berbagai platform online besar lainnya di Indonesia.

“Di kebanyakan perekonomian besar, logistik merupakan industri yang sangat besar dan tidak efisien dan karena itu berbagai platform online angkutan bermunculan di berbagai negara. Sequoia India senang sekali bisa mendukung tim Kargo yang tengah berupaya mentransformasi industri logistik di Indonesia,” tambah Managing Director at Sequoia Capital (India) Singapore ShailendraSingh.

Kargo akan menggunakan dana tahapan awalnya untuk memperkuat infrastruktur dan teknologinya. Kargo juga berencana melakukan rekrutmen besar-besaran di Indonesia untuk membangun operasi kelas dunia dan tim teknologi.

Sumber: medcom.id