Dorong Ekonomi Digital, Pemerintah Siapkan Strategi Jasa Logistik

Posted by tabitha
Category:

Tabitha.com Jakarta -Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyiapkan strategi lima tahun ke depan dalam jasa logistik dan layanan pengiriman barang untuk mendorong ekonomi digital.

“Strateginya adalah mengedukasi semua perusahaan yang terlibat dalam penyediaan jasa dan logistik, jasa kurir service and delivery service pos ini, untuk menerapkan teknologi terbaik yang bisa mempercepat,” ujar Direktur Pos Direktorat Jenderal PPI Kominfo, Ikhsan Baidirus, dalam “Seminar Nasional Designing of Digital Postal Business,” di Jakarta, Senin (28/10).

Teknologi tersebut digunakan untuk mendorong perusahaan penyedia layanan logistik menjamin akurasi, memperkuat sistem tracking, yang pada akhirnya akan membawa keuntungan bagi masyarakat.”Nanti, Kementerian Kominfo akan mencoba untuk merumuskan kebijakan-kebijakan yang akan mendukung itu semuanya,” kata Ikhsan.

Lebih lanjut, Ikhsan mengatakan pemerintah akan membuat kebijakan yang memudahkan para pelaku, sehingga dengan begitu diharapkan ekosistem pos dan layanan pengiriman dapat lebih baik.Perubahan jasa logistik dan layanan pengiriman barang tersebut, menurut Ikhsan, diharuskan untuk dapat berjalan dengan revolusi industri 4.0 saat ini yang serba digital.

“Ketika kita berbicara kecepatan kualitas dan lain-lain, maka terjadi persaingan yang luar biasa semua harus kita besarkan, semua harus kita bantu, semua mau bersedia ikut berkompetisi dalam pemanfaatan segala teknologi,” kata Ikhsan.

Dengan memanfaatkan teknologi, Ikhsan mengatakan, pelacakan barang nantinya dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi geo-positioning, seperti GPS, jug face recognition, sertageo-spacial. “Jadi, istilah pos dan delivery service, dan logistik itu semua blending jadi satu hal yang dimaksud adalah yang mendukung ekonomi digital, pada akhirnya ekonomi digital Indonesia akan maju bersama-sama dan semua sektor ikut menikmati itu,” ujar Ikhsan.

Dalam riset berjudul “e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan, Bain & Company menaksir potensi ekonomi digital Tanah Air bakal menyentuh US$ 133 miliar atau Rp 1.862 triliun di tahun 2025 mendatang. “Untuk prediksi realisasi tahun ini saja bertumbuh menjadi US$ 40 miliar,” kata Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf.

Menurutnya, luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang masif di Indonesia menjadi potensi unik yang tidak bisa didapatkan negara lain. Selain itu pembangunan infrastruktur dan ekosistem ekonomi digital yang terus membaik membikin Indonesia menjadi negara yang pertumbuhan omzet ekonomi digitalnya yang paling moncer di kawasan Asia Tenggara dengan raihan hingga 49 persen.

“Salah satu faktor pentingnya adalah penetrasi internet yang tumbuh dari 92 juta pengguna pada tahun 2015 menjadi 152 juta pengguna di tahun ini,” ujar Randy. Adapun negara tetangga di kawasan pengguna internetnya paling tinggi ada di Filipina dengan 68 juta pengguna. Selain itu pendorong pesatnya pertumbuhan omzet ekonomi digital yang tahun lalu ditaksir mencapai US$ 27 miliar ialah sudah mulai terasa pemerataan penggunaan internet di luar kawasan sekitar Jakarta.

Melansir riset tersebut, ada empat subkategori ekonomi digital yakni e-commerce, online travel, online media, dan ride hailing. Seperti tahun lalu, sektor e-commerce menjadi sektor yang paling moncer dengan prediksi angka US$ 21 miliar atau tumbuh dari US$ 12,2 miliar. Sektor ride hailing naik di podium kedua dengan pertumbuhan US$ 2,3 miliar dari US$ 3,7 miliar pada tahun lalu menjadi US$ 6 miliar tahun ini.

Open chat
Powered by