KA Logistik harus Jangkau Pelabuhan dan Kawasan Industri

Posted by tabitha
Category:

Tabitha.com —Dalam mengoptimalkan fasilitas Kereta Api (KA) sebagai distribusi logistik utama, Pemerintah Jawa Tengah disarankan untuk menghubungkan jalur KA dengan pelabuhan dan kawasan-kawasan industri.

Setijowarno, dosen Universitas Katolik Soegijapranata sekaligus Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko, berpendapat untuk memaksimalkan KA sebagai alat distribusi logistik utama, pemerintah harus mendesain akses hingga pelabuhan.

“Akses ke Pelabuhan Tanjung Emas sampai sekarang belum selesai. Itu dulu yang harus dibereskan. Perlu peran Pemda juga, karena itu lahan pemerintah yang dipakai masyarakat. Bahkan, bisa saja nanti KA juga menjadi akses ke Pelabuhan Kendal,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (29/10/2019).

Di sisi lain, selain mengandalkan jalur melingkar, desain jalur KA juga harus mencakup kawasan-kawasan industri, seperti Kendal dan Brebes. Akses ke Kendal bisa menjadi perpanjangan dari Stasiun Mangkang, Semarang, sedangkan Brebes perpanjangan jalur dari Stasiun Tanjung.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kawasan industri Kendal direncanakan akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 4.500 hektare (ha) pada 2019. Adapun, pengembangan Kawasan Industri Brebes berpotensi mencapai 6.700 ha.

Untuk mendukung sisi logistik, sambung Djoko, pemerintah dan KAI pun harus menentukan titik-titik pelabuhan darat atau dry port sebagai area pergudangan. Dengan demikian, seluruh operasional logistik terhubung dengan jalur KA.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyebutkan kelengkapan infrastruktur di Jateng menarik minat pebisnis untuk investasi dan mendorong kegiatan industri. Namun, salah satu problem yang dihadapi ialah moda angkutan logistik atau barang yang masih mengandalkan jalan raya dan tol.

Idealnya rantai logistik untuk barang dalam jumlah atau ukuran besar dari jalan raya dipindahkan ke rel KA. Jadi, jalur jalan raya khususnya Pantai Utara Jawa (Pantura), hanya untuk kendaraan logistik kelas ringan dan penumpang.

Jateng sebetulnya memiliki kelebihan dibandingkan provinsi lain, yakni memiliki sistem jalur KA yang melingkar (loop), sehingga menghubungkan sisi utara, timur, selatan, barat. Selain itu, jalur tersebut sudah dobel trek.

“Yang saya belum berhasil itu, rantai logistik di jalan raya dipindahkan ke rel, dan kemudian sampai pelabuhan. [Logistik besar] tidak lagi masuk Pantura, karena lama-lama habis sudah jalurnya terpakai,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambungnya, Pemprov Jateng akan mencoba mendorong penggunaan KA logistik agar dapat lebih optimal.

Sumber: bisnis.com

Open chat
Powered by