Brebes Siap Jadi Kawasan Industri, Pemkab Sediakan Lahan 3.700 Hektare

Posted by tabitha
Category:

TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Kabupaten Brebes telah bersiap menjadi daerah industri.

Pemkab telah menyiapkan 3.700 hektare lahan yang diperuntukkan bagi perusahaan yang akan membangun pabriknya di Brebes.

Terkait industrialisasi Brebes, Ketua Apindo kab Brebes, Edi Suryono mengatakan, sangat menyambut ditetapkannya Brebes sebagai daerah industri.

Alasannya, semakin banyak perusahaan yang masuk ke Brebes maka akan meningkatkan perekonomian warga.

“Kamu senang karena Brebes ditunjuk sebagai daerah industri. Karena daerahnya luas dan penduduk banyak. Tapi industrialisasi ini harus disupport SDM yang kompeten. Hanya saja, pendidikan di Brebes masih kurang,” kata Edi, Selasa (1/10/2019).

Dengan menjadinya daerah industri, katanya, akan membuka banyak peluang kerja. Selain terserap ke pabrik atau perusahaan, warga Brebes juga bisa membuka usaha lainnya di antaranya usaha katering dan lembaga pendidikan dan keterampilan (LPK).

“Nah LPK ini yang sangat dibutuhkan. Karena semakin banyak perusahaan masuk, maka semakin banyak dibutuhkan tenaga terampil. Jangan sampai itu dimanfaatkan tenaga kerja dari luar Brebes,” ujarnya.

Edy memprediksikan, dengan adanya industrialisasi ini dibutuhkan ratusan ribu tenaga kerja. Ia mencontohkan, perusahaan yang sudah ada seperti PT Sumber Masanda Jaya (SMJ) menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja, PT BIG sekitar 10.000 tenaga kerja, dan PT RPJ sekitar 1.500 tenaga kerja.

Beberapa perusahaan yang bakal masuk ke Brebes, di antaranya PT Winner nantinya akan membutuhkan 15.000-20.000 tenaga kerja dan sebuah pabrik garmen di daerah Cimohong, Bulakamba, yang diperkirakan butuh sekitar 5.000 tenaga kerja.

“Maka yang perlu disiapkan adalah SDM tenaga terampil. Itu yang menjadi catatan kami sebagai Apindo. Karena banyak tenaga kerja lokal yang belum sesuai kualifikasi,” jelasnya.

Selain penyiapan SDM, Apindo juga meminta agar Pemkab Brebes memperbaiki infrastruktur jalan. Selain itu juga transportasi yang mencakup wilayah industri.

Dikatakannya, banyak ruas jalan di Brebes yang kondisinya rusak. Padahal, untuk mendukung industri dibutuhkan kondisi jalan yang baik agar dalam proses distribusi tidak ada hambatan.

“Faktor transportasi juga perlu disiapkan. Karena saat ini transportasi sudah tidak ada kalau sore. Padahal ada perusahaan yang selesai malam. Kan jadi masalah kalau tidak ada transportasinya,” tandasnya.

Senada, anggota DPRD Brebes, Heri Fitriansyah juga berharap Pemkab Brebes menyediakan SDM tenaga kerja yang terampil sesuai kualifikasi yang dibutuhkan seiring adanya induatrialisasi ini.

“Kami ingin ada lembaga yang menyediakan menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan yang masuk ke Brebes. Saat ini sudah banyak tenaga kerja dari luar daerah. Jangan sampai nantinya warga lokal hanya menjadi penonton saja,” katanya.

Menurut Heri, penyiapan SDM tenaga kerja tidak hanya meningkatkan kompetensi dan skill saja. Akan tetapi lebih dasar lagi yaitu mental warga menjadi pekerja industri. Akan percuma saja jika memiliki skill namun mentalnya tidak bisa menyesuaikan dengan lingkungan kerja.

“Itu juga perlu disiapkan. Selama ini di Brebes belum ada lembaga pelatihan yang menyiapkan tenaga kerja seperti ini,” paparnya.

Sebelumnya, Bupati Brebes, Idza Priyanti menyatakan, ditetapkannya Kabupaten Brebes menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) menjadikan perekonomian Brebes melompat jauh. Pertumbuhan ekonomi yang tadinya hanya 0,5 persen per tahun, diprediksi bakal meloncat menjadi 7 persen per tahun.

Idza menuturkan, dibentuknya Kawasan Industri Brebes (KIB) merupakan perintah langsung Presiden Jokowi, untuk menjadikan Brebes sebagai kawasan industri baru guna mendorong tumbuhnya investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Peluang dan tantangan tersebut harus disikapi dengan berbagai langkah strategis yang membumi sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Brebes,” katanya.

Yang jelas, katanya, Brebes menjadi kawasan industri di Jawa Tengah selain Kendal dan Borobudur yang digarap secara bersama-sama antara Pemkab, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat.

“Yang lebih penting juga, nanti ada penyerapan pengangguran di Brebes yang saat ini mencapai 8,47 persen,” paparnya. (Nal)

Sumber: tribunnews.com