Marketplace B2B Bizzy Targetkan Omzet Rp 5 Triliun Tahun Ini

Posted by tabitha
Category:

Marketplace di sektor business-to-business  (B2B) Bizzy.co.id, mengembangkan bisnisnya di layanan logistik dan distribusi. Perusahaan tersebut menargetkan omzetnya mencapai Rp5 triliun dari semua unit bisnisnya hingga akhir 2019.

CEO Bizzy Group Andrew Mawikere mengatakan, perluasan bisnis tersebut bertujuan untuk membantu perusahaan-perusahaan agar bisa lebih efisien. Ia menjelaskan, kini Bizzy memiliki empat layanan yang terdiri dari Bizzy Marketplace, Bizzy Consolidation, Bizzy Logistic, dan Bizzy Distribution.

Menurutnya, Bizzy Group saat ini sedang membangun platfrom digital terintegrasi untuk keempat platform tersebut. Perusahaan juga mengincar pertumbuhan bisnis tahunan di kisaran 30% sampai 40% year on year (yoy).  “Kami targetkan omzet perusahaan mencapai Rp 5 triliun hingga akhir tahun, kompilasi dari semua bisnis kami,” ujar Andrew saat ditemui di kantornya, Selasa (23/7). Menurutnya, kontribusi terbesar bagi perusahaannya diproyeksikan berasal dari unit bisnis Bizzy Distribution. “Dari unit bisnis kami, yang paling banyak titik sentuh (touch point) dengan UMKM adalah layanan distribusi,” ujarnya.

Ia menilai, sering kali perusahaan tidak efisien dalam menjalankan bisnisnya pada sektor distribusi. Misalnya, pengiriman barang perlu banyak waktu dan biaya agar bisa sampai ke tangan konsumen.

“Percaya atau tidak, sekarang harga beras di Indonesia jauh lebih mahal dibandingkan di Thailand dan Vietnam karena distribusinya tidak efisien. Nah, kami ingin memangkas (rantai distribusi) ini lewat digital platfrom agar lebih efisien,” ujar Andrew.

Masalah yang sama, menurutnya terjadi di sektor logisitik di mana efisiensi waktu dan biaya kerap menjadi problematika perusahaan. Pasalnya, pengiriman barang lewat pelabuhan memakan waktu hingga berbulan-bulan sehingga hal itu tidak efisien.

Sehingga, ia mengatakan bahwa saat ini dengan platform digital memiliki layanan pertukaran data (digital exchange) logistik yang lebih efisien. Sehingga, apabila ingin mengirimkan barang lewat bea cukai pun akan menjadi lebih cepat dan transparan.

“Inti dari yang perusahaan kami lakukan ada tiga hal, yakni transparan, efisien, dan ada tanggung jawabnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kini perusahaannya menghadirkan layanan distribusi melalui Bizzy Distribution yang sebelumnya telah memiliki pengalaman 25 tahun dengan portofolio distribusi Fast Moving Consumer Goods (FMCG) di Indonesia, di bawah Bizzy Group. Menurutnya, terdapat 26 cabang dan 100 sub-distributor yang telah beroperasi di Indonesia hingga kini.

Platform ini menjual dan mendistribusikan produk-produk barang konsumer dari merek-merek FMCG utama ke pedagang tradisional atau umum, perdagangan modern dan layanan makanan dengan total lebih dari 200 ribu titik distribusi di Indonesia.

“Dengan tenaga lapangan dan pengendara terdigitalisasi yang dilengkapi dengan aplikasi mobile terintegrasi Electronic Proof of delivery (ePOD), memungkinkan para pelanggan mendapatkan data penjualan berbasis lokasi geografis terkini dan data investaris langsung di cabang-cabang kami,” ujarnya.

Ia menjelaskan, layanannya itu telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan seperti di bidang retail, pabrik, 3PL (perusahaan jasa logistik, perusahaan freight forwarder, pedagang besar dan umum untuk memberikan layanan logistik meliputi pengiriman barang internasional dan bea cukai, rantai pasokan (supply chain), dan pengangkutan.

Ia menargetkan layanan-layanannya tersebut dapat terintegrasi pada akhir tahun ini. “Kami ingin mengintergrasikan layanan-layanan kami secara lancar untuk dapat menciptakan kemampuan rantai pasok digital menyeluruh di Indonesia”.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Sumber: katadata.co.id