8 Nama Perusahaan Baru Siap Ramaikan IPO 2019

Posted by tabitha
Category:

JAKARTA, investor.id – Sebanyak delapan nama perusahaan baru siap meramaikan gelaran penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Hal tersebut terungkap dari data BEI mengenai pipeline IPO per 7 Oktober 2019.

Adapun delapan nama tersebut diisi oleh perusahaan dari berbagai macam sektor usaha. Secara rinci nama-nama perusahaan baru tersebut antara lain, PT Lion Mentari Tbk, PT Jayant Perdana Indonesia Tbk, PT Austin Global Prima Tbk, PT Galva Technologies Tbk, PT Perintis Triniti Properti Tbk, PT Putra Mandiri Jembar Tbk, PT Putra Rajawali Kencana Tbk, dan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk.

Dengan demikian jumlah calon emiten baru yang masuk pipeline kini mencapai 31 perusahaan.

Menurut Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna,terdapat satu nama lagi perusahaan dalam daftar pipeline tersebut, namun belum bisa di publikasikan. “Satu perusahaan mengajukan skema Reg-S of US Securities Act and Sec Rule 144A sehingga identitas perusahaan masih dirahasiakan,” ungkapnya.

Nyoman mengatakan, untuk perusahaan yang identitasnya masih dirahasiakan tersebut, saham nya akan ditawarkan juga di luar negeri, sehingga belum bisa dipublikasikan identitasnya.

Sesuai rencana, pada pekan depan, dari 30 calon emiten tersebut akan melakukan mini expose dengan manajemen bursa. “Yang sudah submit dokumen lengkap jumlahnya ada 31, yang 30 itu relatif sekuensial untuk mini expose,” tandas dia.

Disamping itu Nyoman juga masih menunggu beberapa perusahaan yang telah bertemu manajemen BEI, dan berencana untuk melaksanakan IPO menggunakan laporan keuangan bulan Juni. “Yang kita tunggu juga kepada perusahaan yang sudah datang ke bursa, dan akan menggunakan laporan keuangan bulan Juni, nah itu yang tunggu diluar 30 nama-nama di pipeline,” pungkas Nyoman.

Selain itu Nyoman menuturkan, diluar nama-nama yang ada di dalam pipeline, terdapat lima perusahaan lagi yang sedang mendaftarkan diri untuk menjadi perusahaan terbuka. “Saya sudah bertemu dengan tiga sampai lima perusahaan, dan mereka komitmen untuk menyampaikan dokumen kelengkapannya di tahun ini,” kata dia.

Papan Akselerasi

Lebih lanjut, Nyoman menyatakan untuk perdagangan di papan akselerasi hingga saat ini belum ada perusahaan yang mendaftarkan. Hal tersebut dikarenakan, beberapa calon emiten di papan akselerasi sudah memenuhi syarat POJK 53, sehingga manajemen BEI lebih mengarahkan mereka untuk masuk ke papan pengembangan.

“Saya sampaikan jika di periode sebelumnya sudah ada yang masuk dan sudah memenuhi POJK 53, jadi kita arahkan mereka ke papan pengembangan. Memang kami encourage mereka kalo papan pengembangan relatif dari sisi pemenuhan standarnya akan lebih tinggi, sementara papan akselerasi bisa menggunakan laporan keuangan yang lebih sederhana,” ungkapnya.

Disisi lain  Director Investment Banking Mirae Asset Sekuritas Mukti Wibowo menyatakan tren emisi IPO di tahun depan masih akan ramai. “Kami optimistis untuk pelaksanaan IPO masih akan ada pasarnya, kuartal IV saja nanti di pipeline kami masih ada satu lagi dari sektor properti,” ungkapnya.

Kendati ditengah volatilitas pasar saham di Indonesia, menurut Mukti pelaksanaan IPO tetap akan menjadi pilihan untuk sumber pendanaan bagi perusahaan. Mukti menambahkan di tahun depan Mirae Asset Sekuritas akan menangani calon emiten yang mengincar dana di kisaran Rp 1 triliun dari IPO.

“Kalo tren untuk emisi IPO diatas Rp 1 triliun mungkin ada tapi ditunda untuk di tahun depan, karena memang persiapan internalnya juga belum siap sehingga ditunda,” ujarnya.

Sumber: investor.id