Ekspor tembaga dari Freeport diproyeksi kembali berjalan normal tahun depan

Posted by tabitha
Category:

Tabitha.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkirakan, harga komoditas membaik sehingga bisa mendorong ekspor tahun depan. Karena itu, target penerimaan bea keluar ditingkatkan menjadi Rp 2,6 triliun pada 2020.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, kenaikan target ini mempertimbangkan beberapa hal. “Salah satunya, karena harga komoditas sudah mulai recovery tahun depan,” kata dia di kantornya, Jakarta, kemarin (27/9) sore.

Selain itu, beberapa tambang sudah mulai beroperasi kembali. Dengan begitu, ekspor komoditas terutama tembaga bisa berjalan normal tahun depan.

Lagipula, menurutnya kenaikan target penerimaan dari bea keluar ini tidak terlalu tinggi. Berdasarkan outlook 2019, pendapatan dari pos anggaran ini diperkirakan mencapai Rp 2,29 miliar. Karena itu, ia optimistis target Rp 2,6 triliun bisa tercapai tahun depan.

Per Agustus 2019, pendapatan bea keluar sudah mencapai Rp 2,05 triliun. Nilai ini mengalami penurunan 53,25% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 4,38 triliun.

Heru menjelaskan, pendapatan bea keluar yang menurun itu disebabkan oleh harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar internasional yang berfluktuasi tahun ini. Lalu, ekspor tembaga dari Freeport juga menurun karena ada proyek penggalian sumber baru konsentrat tembaga.

Ditjen Bea dan Cukai mencatat, pendapatan bea keluar rerata turun 11,5% sepanjang 2015-2019. Penyebabnya, harga beberapa komoditas ekspor seperti CPO, mineral, rotan, kulit, dan kakao menurun. Heru menilai, penurunan harga disebabkan oleh perlambatan ekonomi.

Heru menjelaskan, bea keluar berfungsi menjaga suplai yang ada di domestik. Ia memproyeksikan, bea keluar akan terus meningkat setiap tahun. “Ini terutama untuk mencegah outflow,” kata dia.

Sekadar informasi, bea keluar merupakan salah satu sumber pendapatan dari perdagangan internasional. Pada 2019, realisasi pendapatan pajak perdagangan internasional diperkirakan Rp 39,7 triliun atau lebih rendah 8,2% dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)Rp 43,3 triliun.

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Sumber: katadata.co.id

Open chat
Powered by