Fakta-Fakta Terbaru LRT Jabodebek, Termasuk Tarif Rp12.000

Posted by tabitha
Category:

Tabitha.com – Pada Selasa (8/10/2019) telah dilakukan pengiriman kereta LRT dari pabrik PT INKA (Persero) yang terletak di kota Madiun, Jawa Timur menuju Cibubur. Rangkaian dikirimkan melalui jalur darat menggunakan 6 buah multi-axle dan memakan waktu selama empat hari.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menargetkan LRT Jabodebek beroperasi penuh secara komersial pada November 2021. Ada 3 rute yang akan dilayani oleh LRT Jabodebek ini. Pertama, Cawang-Cibubur. Kedua, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas. Terakhir, Cawang-Bekasi Timur.

Nantinya, 1 rangkaian kereta LRT Jabodebek diklaim dapat mengangkut 250 orang sekali jalan.

Sebagai informasi saja, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I sampai dengan 4 Oktober 2019, telah mencapai 66,13 persen. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya sebagai berikut:

Lintas Pelayanan 1 – Cawang – Cibubur: 85,7 persen.
Lintas Pelayanan 2 – Cawang – Kuningan – Dukuh Atas: 56,1 persen.
Lintas Pelayanan 3 – Cawang – Bekasi Timur: 59,5 persen.

Berikut sejumlah fakta terbaru pembangunan proyek LRT Jabodebek yang menelan biaya investasi sebesar Rp29,9 triliun. Di mana, sebagian besar investasi akan ditanggung oleh PT KAI dengan nilai Rp25,7 triliun dan Rp4,2 triliun sisanya ditanggung oleh PT Adhi Karya.

1. LRT Buatan Anak Negeri Diklaim Lebih Canggih

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengklaim LRT Jabodebek buatan PT INKA lebih unggul dibanding MRT Jakarta. Seperti diketahui, MRT Jakarta menggunakan kereta rel listrik produksi Sumitomo Corporation, Jepang, bekerjasama dengan Nippon Sharyo.

“Teknologinya sudah di generasi ketiga, lebih bagus dibanding teknologi MRT Jakarta,” tutur dia.

Menko Luhut mengatakan, sebanyak 60 persen pembangunan LRT Jabodebek mengandung lokal konten atau yang biasa disebut tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Hampir semua buatan dalam negeri, 60 persen lokal konten,” ujarnya.

2. Disubsidi, Tarif Tiap Rute Rp12.000

Ada 3 rute yang akan dilayani oleh LRT Jabodebek ini, yakni rute Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang Bekasi Timur.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menuturkan, pemerintah akan menyubsidi 50 persen harga tiket LRT Jabodebek sehingga dari total harga tiket Rp25.000 kini hanya menjadi Rp12.000 per sekali jalan.

“(Iya) pemerintah subsidi 50 persen. Dan Rp12.000 itu nantinya berlaku untuk semua jurusan,” ujarnya.

3. LRT Terhubung Kereta Cepat di Stasiun Halim

PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mempersiapkan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) agar dapat terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya seperti Light Rail Transit atau Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek. Kereta Cepat Jakarta-Bandung sangat siap berdampingan dengan moda transportasi massal lainnya di setiap titik pemberhentian yang terdiri dari 4 stasiun, yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar.

Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, memproyeksikan titik ujung kereta cepat yang ada di Stasiun Halim dapat terhubung dengan LRT Jabodebek dan Bus Rapid Transit (BRT) atau TransJakarta.

“Pada kawasan Halim, stasiun kereta cepat akan terintegrasi dengan Light Rail Transit Jakarta, BRT dan memiliki akses strategis dikarenakan lokasinya yang cukup dekat dengan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma,” tuturnya.

4. Depo LRT Bekasi Masih Terhambat Lahan

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menyebut, dari hasil evaluasi yang dilakukan bersama, nyatanya masih ada sedikit masalah terkait dengan lahan yang ada di Bekasi. Akan tetapi, sejauh ini pihaknya sudah turun tangan untuk melakukan penyelesaian dengan beberapa warga di Bekasi.

“Ada tanah yang belum beres di Bekasi beberapa bidang. Tapi satu bidang belum beres kan mengganggu juga. Kalau tanah yang di Bekasi saja sedikit tapi masalahnya sedang kita konsinyasi,” kata dia.

Menteri Sofyan melanjutkan hambatan di lapangan sendiri memang tidak mudah apalagi banyak masyarakat yang sulit untuk dipindahkan. Namun, sesuai dengan Undang-Undang berlaku pihaknya tetap berkomitmen membenahi persoalan tanah tersebut.

5. INKA Kesusahan Tampung Gerbong LRT

PT INKA (Persero) mengharapkan kereta LRT Jabodebek yang diproduksi dapat segera dikirim ke Jakarta. Saat ini pabrik INKA yang terletak Madiun sudah penuh oleh kereta LRT Jabodebek.

Adapun satu rangkaian kereta LRT Jabodebek sudah siap untuk diuji coba di Jakarta. Sementara, sebanyak 134 body kereta LRT sudah rampung dan siap kirim.

“Kita hampir 134 kereta selesai, sudah penuh itu. Maka, dengan persetujuan KAI kita akan naruh setelah di tes di bawa ke sini,” kata Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro.

“Target 1 besok ini selesai, maka harus ada tiga, tiga, tiga setiap bulan selesai FAT (factory acceptance test)-nya, testing and commissioning di sana (Madiun). Operasinya tergantung nanti kalau selesai infrastruktur,” lanjut Budi.

Dia menjelaskan jika ke-134 kereta yang sudah selesai tersebut tidak segera dikeluarkan dari pabrik, maka INKA akan mengalami kesulitan dalam melanjutkan proses produksi.

“Sudah dibuat body-nya (134 kereta). Cuma kalau tidak dikeluarkan ya mampet. Saya tidak bisa produksi lagi. LRT semua, sudah merah semua tadi,” urainya.

Sumber: Merdeka.com

Open chat
Powered by